Tragedi Rantai berkarat dan Hubungan yang tak dirawat. - RosyidMI

Rabu, 19 April 2017

Tragedi Rantai berkarat dan Hubungan yang tak dirawat.


Pagi ini, setelah 'Little Bastard' SPR125R selesai dicuci, Ia seakan kembali suci, bersih dari debu yang mengotori, bahkan disela sela selangkangan terdalam sekalipun.
Siangnya,ku kendarainya menembus medan yang berat ditengah mbulak menuju kampus. jalan rusak nan banyak menanjak membuatnya berjalan dengan kecepatan yang tak stabil.
Naas, ketika di tanjakan yang lumayan tinggi, rantainya lepas. kemudian stuck di gear hingga membuat roda belakang tak bisa berputar (ga usah dijelasin roda belakang keles, emang roda depan ada hubungan sama rantai, Bodoh kali kau ini). Shhhrrrooockkkkkkk.... suara keras seperti riak (lendir) di hidung yang di hirup dengan kencang (ya ampun, diksinya bosok sekali) berbunyi karena roda bergesekan dengan aspal nggronjal. sempat membuat orang yang tinggal di sekitar keluar rumah untuk melihat, manusia macam apa yang bersendawak begitu kerasnya di siang bolong begini.
bedebah, ditengah jalan menanjak, jauh dari bengkel malah roda stuck tak mau berputar.

aku pinggirkan 'si merah putih' dengan digotong (diangkat ding) bersama beberapa orang baik yang menolong.

......Mampuslah aku, Rantainya Putus komander!!
ohh shitt...

Untungnya dengan cepat ada kunci pas yang bisa digunakan untuk melepas rantai yang nggecet di gear blakang. Ohh...terimakasih yang setulusnya, buat mas ganteng tadi. Engkau telah membuka hatiku, bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Bahkan ketika rantai yang stuck di gear, di tengah antah brantah sekalipun. Setidaknya, itu membuat roda SPR125R dapat berputar. Setelah menucapkan terimakasih, aku berpamitan. Tak lupa bertanya, dimanakah gerangan bengkel terdekat pada warga setempat. “ depan situ mas, ada bengkel, deket kok”. Ujar ibu-ibu sembari menunjukan kearah bengkel yang dituju.
Daaaaan... ternyata Jauh untuk ukuran berjalan kaki, apalagi sambil mengandeng motor yang ogah-ogahan berjalan (ia, menggandeng madafaka!, kalo ndorong, siapa yang nyetir ? ).
Beberapa lama kemudian, dengan basah kuyup karena keringat sampailah kami di bengkel yang maksud ibu tadi. Mungkin aku terlalu capek sehingga Aqua yang kubeli rasanya tawar. Untung ga berasa yang tertinggal, rasa bertepuk sebelah tangan, atau malah rasa diduakan.
Back to ‘Little Bastard”..
Si bedebah itu akhirnya di rawat oleh tangan yang tepat, the professional !!
“masih lama ga mas ?” tanyaku, mencari kepastian. (ya, orang ini memang penuh pengalaman di gantung, diPHP, bahkan di.. sebagian teks hilang)
‘ora mas, diluk we rampung’ ujar mas montir.
Dan, sesaat kemudian kata-kata mutiara yang syahdu penuh makna dari montir tadi kudengar...

“ Mas, Rantai kalo ga dirawat cepat berkarat, akhirnya putus,” ujarnya dengan raut muka serius.
“iya mas” jawabku singkat.
Aku tidak terlalu memperhatikan mengenai rantainya. Tapi yang dibilang montir tadi mengenai “tak dirawat, cepat berkarat, akhirnya Putus” membuatku terlempar ke beberapa hari belakangan ini, The memory remains. Seperti lagunya Metallica yang ku dengar beberapa menit lalu.
Hubunganku dengan seorang gadis, yang belakangan sudah jarang komunikasi, membuatku langsung mengirim pesan pendek padanya untuk sekedar bertanya kabar dan memberi sedikit perhatian di sela-sela kesibukan masing-masing. Beberapa hari ini komunikasi kami hambar, tawar, seperti Aqua yang ku minum tadi.Bahkan rencana untuk bertemu pun gagal, karena hujan yang tak kunjung reda kemarin  sore.
aku ketik dengan singkat, sekedar menyapanya hari ini..
Sembari menunggu jadinya si kampret, kami saling balas-membalas pesan. Tak terasa, menunggu pun tak membuatku merasa bosan, apalagi melihat senyumnya meski dari poto membuat capaiku berkurang.
Belajar dari apa yang kualami hari ini, bahwa apapun itu ketika diabaikan, tak dirawat akan berkarat, dan putus atau rusak jika terlalu lama diabaikan.
“Sudah selesai mas, coba dijajal enak gak”
“Apanya mas, eh.. iya mas”
Akhirnya, Si merah putih itupun jadi, tak harus ganti rantai namun pesan mas montir rantainya hanya sementara, harus segera diganti kemudian dirawat supaya tak terjadi kejadian serupa.
Jengkel awalnya, mengalami kejadian buruk yang tak terduga; rantai putus di tengah jalan, sehingga membuat rencana hari ini berantakan. Namun, pada akhirnya aku bisa tersenyum, ketika motor tercinta “sang merah putih” kembali dapat berjalan, dengan sedikit usaha dan kesabaran.
Terlebih, banyak hikmah yang dapat kuambil dari tragedi rantai lepas hari ini.

Thanks to :
Orang yang meminjamkan Kunci pas, Ibu-ibu penunjuk tempat bengkel, dan terutama Mas Montir Bijak.


Tidak ada komentar: